"Kebanyakan dari mereka tewas dalam ledakan itu," ujar Rami Abdel Rahman, direktur organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/10/2012).
Diimbuhkannya, kontak senjata yang terjadi di Qudsaya, sebelah barat Damaskus tersebut hingga saat ini terus berlangsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para pemberontak kemungkinan menggunakan bahan peledak kecil, namun itu diletakkan dekat kompleks perumahan Garda Republik di Qudsaya," tutur Abdel Rahman.
Krisis yang berlangsung di Suriah telah menelan ribuan korban jiwa. Menurut kelompok-kelompok HAM, sekitar 20 ribu orang telah tewas sejak pergolakan melanda negeri itu pada Maret 2011 lalu. Negara-negara Barat kian gencar menyerukan pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad guna menghentikan pertumpahan darah tersebut.
(ita/nrl)











































