"Saya mengutuk kekerasan dari rezim Suriah yang telah menyebabkan kematian sejumlah warga negara Turki, termasuk seorang ibu dan anak-anaknya," kata Menteri Luar Negeri Inggris William Hague dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/10/2012).
"Ini tindakan yang keterlaluan. Kami menuntut rezim Suriah mencegah terulangnya insiden di perbatasan dengan Turki ini," imbuh Hague.
"Peristiwa hari ini semata-mata merupakan pengingat memburuknya situasi di Suriah, bahaya yang didatangkannya untuk wilayah yang lebih luas, dan perlunya resolusi segera Dewan Keamanan PBB," tandas pejabat tinggi Inggris itu.
Serangan mortir dari arah Suriah tersebut menghantam pemukiman warga di Kota Akcakale, Turki pada Rabu, 3 Oktober lalu. Lima warga sipil Turki dalam serangan itu. Kelima korban tewas adalah dua wanita dan tiga anak-anak. Salah satu dari kedua wanita merupakan ibu dari ketiga anak-anak tersebut.
Atas serangan itu, pasukan Turki langsung melancarkan serangan balasan dengan menembakkan artileri ke wilayah Suriah. Sementara NATO pun menggelar pertemuan darurat untuk menyampaikan dukungan kepada pemerintah Turki dan menyerukan Suriah untuk menghormati hukum internasional.
(ita/nrl)











































