Serangan Suriah Tewaskan 5 Warga Turki, AS Mengecam

Serangan Suriah Tewaskan 5 Warga Turki, AS Mengecam

- detikNews
Kamis, 04 Okt 2012 12:59 WIB
Serangan Suriah Tewaskan 5 Warga Turki, AS Mengecam
foto: Reuters
Washington, - Serangan mortir dilancarkan dari arah Suriah ke sebuah pemukiman di perbatasan Turki. Akibatnya, lima warga Turki, yang terdiri dari dua wanita dan tiga anak-anak tewas. Pemerintah Amerika Serikat pun mengecam Suriah atas serangan itu.

"Ini merupakan contoh lain perilaku jahat rezim Suriah, dan mengapa rezim itu harus pergi," cetus juru bicara Pentagon George Little seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/10/2012).

"Kami menyesalkan jatuhnya korban jiwa di Turki, sekutu kuat, dan terus memonitor situasi ini dengan seksama," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atas serangan ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton menelepon Menlu Turki Ahmet Davutoglu dan menjanjikan dukungan penuh AS.

"Dia menjanjikan dukungan kuat AS atas kedaulatan dan integritas wilayah sekutu kami, Turki dan bertekad akan berpihak pada Turki di Dewan Keamanan PBB," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland dalam statemennya.

Sebelumnya, Hillary menyatakan ketegangan di perbatasan Turki-Suriah tersebut "sangat, sangat berbahaya". Mantan ibu negara AS itu juga mengecam Suriah atas serangan mortir yang menewaskan 5 warga Turki.

"Kami marah karena Suriah telah menembaki ke perbatasan," cetus Hillary kepada para wartawan.

Serangan mortir Suriah pada Rabu, 3 Oktober tersebut menghantam pemukiman di wilayah perbatasan Akcakale di selatan Turki. Dua wanita dan tiga anak-anak tewas dalam serangan itu. Salah satu dari kedua wanita itu merupakan ibu dari ketiga anak-anak tersebut. Tidak diketahui siapa yang menembakkan mortir dari arah Suriah tersebut.

Atas serangan itu, pasukan artileri Turki pun membombardir wilayah Suriah sebagai balasan. Belum diketahui kerusakan dan korban akibat serangan Turki ini. Militer Turki juga telah menambah jumlah pasukan di perbatasan kedua negara.

(ita/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads