Serangan mortir Suriah tersebut menghantam pemukiman di wilayah perbatasan Akcakale di selatan Turki. Dua wanita dan tiga anak-anak tewas dalam serangan itu. Tidak diketahui siapa yang menembakkan mortir dari arah Suriah tersebut.
Atas serangan itu, pasukan artileri Turki pun membombardir wilayah Suriah sebagai balasan. Belum diketahui kerusakan dan korban akibat serangan Turki ini. Militer Turki juga telah menambah jumlah pasukan di perbatasan kedua negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan pelanggaran mencolok hukum internasional serta pelanggaran perdamaian internasional dan keamanan. Turki meminta dihentikan segera pelanggaran yang tak bisa diterima tersebut," demikian bunyi surat tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (4/10/2012).
Menurut para diplomat di PBB, DK PBB diharapkan akan menyetujui statemen yang "mengecam sekeras-kerasnya serangan mortir Suriah tersebut dan menyerukan Suriah untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah tetangga-tetangganya."
"Pelanggaran hukum internasional seperti ini mendatangkan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional. para anggota Dewan menuntut agar pelanggaran tersebut segera dihentikan," demikian bunyi draf statemen yang tengah dibahas 15 negara anggota DK PBB.
Sebagian besar anggota DK PBB siap untuk mendukung resolusi statemen tersebut. Namun Rusia meminta perilisan statemen tersebut ditunda hingga Kamis, 4 Oktober waktu setempat sementara menunggu para diplomat Rusia berkonsultasi dengan pemerintah Moskow.
Serangan mortir dari arah Suriah ini merupakan insiden paling serius sejak Juni lalu, ketika militer Suriah menembak jatuh sebuah jet tempur Turki dan menewaskan dua krunya.
(ita/nrl)











































