Terlebih lagi dalam beberapa hari ini, perekonomian Iran memburuk dengan penurunan drastis nilai mata uang Iran. Saat ini nilai mata uang Iran telah terpangkas lebih dari 80 persen dibandingkan setahun lalu.
Juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan, situasi drastis yang telah memicu kenaikan harga bahan-bahan pokok itu merupakan tanda bahwa pemerintah Iran tengah dalam "tekanan hebat".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden (Barack Obama) yakin dan mitra-mitra kami yakin bahwa sanksi-sanksi itu merupakan pendekatan yang tepat," tandas Carney.
Sebelumnya, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menegaskan bahwa Iran tak akan menyerah soal program nuklirnya, meskipun negara itu tengah merasakan dampak sanksi-sanksi.
"Kami bukan orang-orang yang akan mundur soal isu nuklir," tegas Ahmadinejad. "Jika orang-orang mengira mereka bisa menekan Iran, mereka tentunya keliru dan mereka harus memperbaiki perilaku mereka," tandasnya.
(ita/vit)










































