Demonstran Iran Lemparkan Batu ke Pos Keamanan Kedubes Prancis

Demonstran Iran Lemparkan Batu ke Pos Keamanan Kedubes Prancis

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 02 Okt 2012 18:24 WIB
Demonstran Iran Lemparkan Batu ke Pos Keamanan Kedubes Prancis
Ilustrasi (AFP)
Teheran, - Sekelompok demonstran, yang sebagian besar merupakan perempuan, menggelar aksi di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis di Teheran, Iran. Mereka melempari pos keamanan polisi yang ada di luar kompleks dan para pengunjung yang hendak masuk ke dalam gedung.

Sekitar 15 orang berkumpul di depan pos keamanan Kedubes Prancis dan langsung melakukan aksi pelemparan batu ini. Mereka melempari para polisi yang menjaga gedung kedubes dan para pengunjung yang hendak masuk. Aksi anarkis ini berlangsung selama 90 menit, sebelumnya akhir para demonstran ditangkap oleh aparat setempat.

"Tidak ada kerusakan yang terjadi pada gedung kedutaan," ujar salah seorang diplomat Prancis seperti dilansir AFP, Selasa (2/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat insiden terjadi, sebagian besar pengunjung merupakan warga negara Iran yang tengah mengajukan visa ke Prancis. Para pengunjung pun berlarian masuk ke dalam gedung kedutaan.

Sementara pos keamanan polisi yang berada di luar kompleks Kedubes Prancis mengalami kerusakan akibat aksi tersebut. Kaca-kaca jendela pecah akibat lemparan batu. Tidak ada laporan korban luka dalam insiden ini.

Menurut diplomat Prancis yang enggan disebut namanya, unjuk rasa tersebut terjadi mendadak tanpa pemberitahuan sebelumnya. Akibatnya, sama sekali tidak ada polisi yang melakukan penjagaan. Hanya ada sejumlah polisi yang memang bertugas menjaga gedung kedubes.

Saat beraksi, para demonstran sempat berteriak "Allahu Akbar!" Namun dia mengaku sama sekali tidak tahu-menahu soal motif aksi kekerasan ini.

Diketahui bahwa kondisi keamanan pada kedutaan asing di Teheran sangat sensitif. Terutama pasca protes besar-besaran menentang film 'Innocence of Muslims' yang menghina Islam dan Nabi Muhammad serta kartun Nabi Muhammad yang diterbitkan oleh majalah Prancis, Charlie Hebdo. Untuk isu terakhir memang cukup mengancam keamanan sejumlah fasilitas diplomatik milik Prancis di sejumlah negara, terutama Afghanistan dan Iran.

(nvc/ita)


Berita Terkait