Pengacaranya, Paul O'Dwyer mengatakan pada stasiun televisi CNN, Golkanbhan takut untuk pulang ke Iran dikarenakan sikapnya yang menentang pemerintah Iran. Istri dan kedua anaknya juga telah kabur dari Iran dan berada di sebuah tempat yang aman.
"Dia takut pulang ke Iran... Dia dianggap bukan sebagai pendukung, atau menjadi lawan rezim Iran," kata O'Dwyer seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (2/10/2012). "Seseorang yang telah mengkhianati rezim dan yang tidak lagi bisa dipercaya oleh mereka (rezim Iran)," papar O'Dwyer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada hal-hal yang diharapkan dilakukan olehnya namun dia tidak nyaman melakukan itu," ujar O'Dwyer tanpa menjelaskan lebih rinci. "Saat dia di sini... sikapnya mengenai hal-hal tertentu akhirnya diketahui pemerintah Iran," imbuh O'Dwyer.
O'Dwyer menolak menyebutkan keberadaan kliennya sekarang. Namun dikatakannya, Golkanbhan kini tengah menunggu proses wawancara suaka dengan otoritas AS yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.
(ita/vit)











































