Otoritas Korea Selatan (Korsel) terpaksa memadamkan dua reaktor nuklir di lokasi terpisah hari ini. Hal ini dilakukan setelah terjadinya gangguan sistem di kedua reaktor bertenaga 1.000 megawatt tersebut.
"Kedua pembangkit tenaga listrik stabil dan tidak mendatangkan ancaman kebocoran radiasi," demikian disampaikan pihak Pembangkit Nuklir dan Hidro Korea (KHNP) dalam statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (2/10/2012).
Disampaikan perusahaan milik negara tersebut, penyelidikan tengah dilakukan untuk memastikan penyebab gangguan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada gangguan di batang pengendali reaktor, namun reaktor saat ini stabil," kata juru bicara tersebut.
Ini pertama kali reaktor tersebut dipadamkan sejak mulai beroperasi pada Februari 2011 lalu.
Korsel mengoperasikan 23 reaktor nuklir yang memenuhi lebih dari 35 persen kebutuhan listrik negara tersebut. Korsel berencana membangun 16 reaktor nuklir lagi hingga 2030 mendatang. Pemerintah Korsel telah bertekad untuk tetap meneruskan program pembangkit nuklirnya meskipun kekhawatiran publik meningkat pasca bencana nuklir di PLTN Fukushima di Jepang tahun 2011 lalu.
(ita/vit)











































