"Saya sekali lagi menekankan tanggung jawab mendasar pemerintah Suriah untuk memastikan keselamatan dan keamanan cadangan (senjata kimia) tersebut," kata Ban kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (2/10/2012).
Hal tersebut disampaikan Ban dalam pertemuan yang digelar untuk memperingati 15 tahun Konvensi Senjata Kimia di sela-sela Majelis Umum PBB yang berlangsung di markas besar PBB di New York, AS.
"Penggunaan senjata tersebut akan menjadi kejahatan hebat dengan konsekuensi mengerikan," tegas pemimpin badan dunia tersebut. "Senjata kimia sama sekali tak punya tempat di abad 21," tandas Ban.
Diimbuhkan Ban, Suriah dan tujuh negara lainnya belum menandatangani konvensi senjata kimia.
"Saya telah menyampaikan keprihatinan mendalam atas statemen-statemen yang dibuat perwakilan pemerintah Suriah mengenai keberadaan senjata kimia dan kemungkinan penggunaannya," ujar Ban.
Beberapa bulan terakhir, negara-negara Barat dikhawatirkan dengan upaya pengembangan senjata kimia yang dilakukan oleh Suriah. Bahkan Presiden Prancis Francois Hollande memperingatkan Suriah bahwa penggunaan senjata kimia bisa menjadi alasan kuat bagi intervensi asing di negara tersebut.
Diketahui bahwa pada tahun 1970-an silam, gudang senjata kimia Suriah dikenal sebagai yang terbesar di kawasan Timur Tengah. Beberapa waktu lalu, pemerintah Suriah menyatakan pihaknya akan terpaksa menggunakan senjata kimia jika diserang militer asing. (/)











































