Terlibat Pornografi Anak, Eks Presenter Berita Dibui 10 Bulan

Terlibat Pornografi Anak, Eks Presenter Berita Dibui 10 Bulan

- detikNews
Senin, 01 Okt 2012 19:00 WIB
Terlibat Pornografi Anak, Eks Presenter Berita Dibui 10 Bulan
Ilustrasi
Hobart, - Mantan presenter berita pada stasiun televisi Australia, ABC, terjerat kasus pornografi anak. Pria bernama Andy Muirhead ini diadili dan akhirnya divonis 10 bulan penjara karena mengakses dan memiliki konten pornografi anak.

Pria berusia 36 tahun ini mengaku bersalah atas 3 dakwaan yang ditudingkan jaksa, yakni mengakses dan memiliki konten pornografi anak. Dia diadili dengan menggunakan Hukum Negara Bagian Australia, yakni Tasmania dan Hukum Negara Persemakmuran.

Untuk dakwaan pertama, yakni memiliki konten-konten yang mengekspolitasi anak secara seksual, Muirhead divonis 3 bulan penjara oleh pengadilan. Namun karena dia telah menghabiskan masa 2 bulan di dalam tahanan selama persidangan berlangsung, maka Muirhead hanya perlu menjalani 1 bulan masa hukuman saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk dakwaan kedua, yakni 2 dakwaan mengakses pronografi anak, Muirherad divonis 7 bulan penjara. Namun Kepala Mahkamah Agung Tasmania, Ewan Crawford, menyatakan Muirhead bisa bebas setelah menjalani 4 bulan masa hukumannya. Namun sebagai kompensasinya, Muirhead harus membayar jaminan keamanan sebesar Aus$ 5.000 dan terkena hukuman percobaan selama 3 tahun.

Demikian seperti dilansir news.com.au, Senin (1/10/2012).

Dalam persidangan diungkapkan, selama masa 16 bulan terakhir, Muirhead telah melihat-lihat ribuan gambar pornografi anak. Bahkan beberapa gambar dikategorikan cukup 'sadis'.

Dalam keterangannya di persidangan, psikolog yang menangani Muirhead, Dr Janet Baines, menuturkan kliennya bukanlah seorang pedofil. Menurut Baines, alasan kliennya melakukan perbuatan cabul tersebut karena stres kerja.

Namun Hakim Crawford menolak pembelaan Muirhead yang menyebut dirinya sama sekali tidak memiliki ketertarikan seksual dengan anak-anak. Secara terpisah pada Juli lalu, Muirheard telah meminta maaf secara tertulis atas seluruh perbuatannya ini.

(nvc/ita)


Berita Terkait