Ribuan orang menyerang sejumlah kuil Buddha yang berada di sejumlah lokasi di kota Ramu, Cox's Bazar. Mereka merusak patung-patung Buddha sebelum polisi tiba di lokasi dan berusaha memecah massa. Aksi ini dilakukan sebagai respons atas sebuah foto yang diunggah ke Facebook yang dinilai menyerang Islam.
"Kami menembakkan peluru karet untuk membubarkan massa," ujar Wakil Kepala Kepolisian Cox's Bazar, Faruk Ahmed, seperti dilansir Channel News Asia, Senin (1/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Sabtu (29/9) malam, sedikitnya 5 kuil dan puluhan rumah warga penganut Buddha hangus dibakar oleh 25 ribu orang yang menyerang kawasan Ramu, Cox's Bazar. Massa mengklaim bahwa foto yang menghina Alquran tersebut diposting ke Facebook oleh seorang pria penganut Buddha yang berasal dari wilayah Ramu.
Dijelaskan Ahmed, saat ini para tentara tengah berpatroli keliling di lingkungan pemukiman warga dan sejumlah kuil yang ada di wilayah Cox's Bazar. "Militer dan BGB (tentara penjara perbatasan) diterjunkan ke lokas-lokasi rawan konflik," terang Faruk.
"Situasi saat ini terpantau tenang, namun penuh ketegangan," imbuhnya.
Dari wilayah Ramu, aksi pembakaran dan pengrusakan meluas ke wilayah Patia, yang menjadi tempat tinggal sebagian besar warga penganut Buddha. Di wilayah tersebut, massa menyerang dan merusak 3 kuil Buddha.
Sementara itu, pria yang dituding telah memposting gambar yang mengina Islam dalam akun Facebook-nya tersebut, telah memberi penjelasan kepada media setempat. Pria muda yang kini tengah dalam persembunyian ini, mengaku dirinya sama sekali tidak memposting gambar yang dinilai menghina Islam tersebut. Menurutnya, ada orang lain yang sengaja men-tagged akun Facebooknya dengan disertai gambar tersebut dalam akun jejaring sosialnya. Ibu dan bibi pria tersebut kini dalam perlindungan kepolisian setempat pasca aksi pengrusakan dan pembakaran terjadi di wilayah Ramu.
Diketahui bahwa sebagian besar warga penganut Buddha di Bangladesh tinggal di wilayah tenggara negara ini, terutama yang berbatasan langsung dengan wilayah Myanmar. Tercatat sekitar 1 persen dari total populasi Bangladesh sebesar 153 juta orang merupakan penganut Buddha. Sedangkan sekitar 90 persen dari total populasi Bangladesh merupakan penganut Islam.
Selama ini, konflik sektarian memang pernah terjadi di negara ini, namun lebih banyak antara warga Muslim dengan warga Hindhu. Konflik yang melibatkan umat Buddha sangat jarang terjadi.
(nvc/ita)










































