Dilaporkan sekitar 25 ribu orang melakukan pembakaran terhadap sedikitnya 5 kuil Buddha dan puluhan rumah yang berada di kawasan Ramu dan sekitarnya. Wilayah Ramu berjarak sekitar 350 km dari ibukota Dhaka.
Tidak dijelaskan lebih lanjut foto seperti apa yang dinilai menyerang Islam tersebut. Namun seorang pejabat setempat Joinul Bari menyatakan, para pelaku pembakaran mengklaim bahwa foto yang menghina Alquran tersebut diposting ke Facebook oleh seorang pria penganut Buddha yang berasal dari wilayah Rawu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sedikitnya ada 100 rumah yang dirusak. Kami meminta bantuan militer dan tentara penjaga perbatasan untuk menghentikan aksi kekerasan tersebut," imbuhnya.
Menyusul aksi anarki ini, otoritas setempat mengeluarkan larangan bagi warga untuk berkumpul atau melakukan unjuk rasa demi mencegah kekerasan yang lebih parah.
Tidak disebutkan lebih lanjut apakah ada korban jiwa maupun luka-luka dalam aksi kekerasan ini.
Diketahui bahwa sebagian besar warga penganut Buddha di Bangladesh tinggal di wilayah tenggara negara ini, terutama yang berbatasan langsung dengan wilayah Myanmar. Tercatat sekitar 1 persen dari total populasi Bangladesh sebesar 153 juta orang merupakan penganut Buddha.
(nvc/ita)










































