Ada Bukti DNA, Terpidana Mati AS Dibebaskan Setelah 15 Tahun Dipenjara

Ada Bukti DNA, Terpidana Mati AS Dibebaskan Setelah 15 Tahun Dipenjara

- detikNews
Sabtu, 29 Sep 2012 15:48 WIB
Ada Bukti DNA, Terpidana Mati AS Dibebaskan Setelah 15 Tahun Dipenjara
Ilustrasi
Lousiana, - Seorang terpidana mati di Amerika Serikat akhirnya bebas dari hukuman mati setelah belasan tahun mendekam di penjara. Pria itu lolos dari eksekusi mati setelah hasil tes DNA menunjukkan dia telah didakwa secara keliru atas pemerkosaan dan pembunuhan sepupunya.

Damon Thibodeaux dibebaskan dari penjara Louisiana State Penitentiary pada Jumat, 28 September sore waktu setempat. Pria berumur 38 tahun itu telah mendekam di penjara selama 15 tahun.

Demikian disampaikan Pam Laborde, direktur komunikasi di Louisiana Department of Public Safety and Corrections kepada kantor berita AFP, Sabtu (29/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut organisasi Death Penalty Information Center (DPIC), Thibodeaux merupakan terpidana mati ke-18 di AS yang dibebaskan dikarenakan bukti DNA. Yang pertama kali adalah Kirk Bloodsworth, yang dibebaskan pada tahun 1993 setelah menerima dakwaan keliru atas pemerkosaan dan pembunuhan seorang anak perempuan berumur 9 tahun.

"Butuh waktu lama untuk sampai pada kasus-kasus seperti ini," kata direktur eksekutif DPIC, Richard Dieter

"Jika eksekusi terburu-buru dan dipercepat maka kita akan kehilangan kasus ini," imbuhnya. "Ini menekankan masalah mendasar bahwa hukuman mati sebenarnya bisa membunuh orang-orang yang tak bersalah," imbuhnya.

Thibodeaux dijatuhi vonis mati pada 23 Oktober 1997 atas pemerkosaan dan pembunuhan seorang sepupunya yang berumur 14 tahun. Saat itu, waktu pelaksanaan hukuman matinya belum ditentukan.

Vonis bersalah dan hukuman mati untuk Thibodeaux hanya didasarkan pada pengakuan yang dibuat setelah interogasi panjang selama 9 jam, yang kemudian terbukti keliru setelah investigasi yang melibatkan DNA, bukti forensik dan sejumlah wawancara.


(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads