"Semua akan ditahan Selasa. Tiga dari mereka punya catatan kriminal," kata pejabat kepolisian Johor, Datuk Dr Hashim Haron dalam konferensi pers seperti dilansir harian Malaysia, The Star, Sabtu (29/9/2012).
Dalam kejadian maut yang terjadi pada Senin, 24 September lalu, Allan Tee Kok Weng (36) tewas setelah sekelompok pria bertopeng membacoknya di depan sang istri, Shiau Ting. Insiden itu terjadi hanya beberapa jam setelah keduanya melangsungkan pernikahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasangan pengantin baru ini bertemu dengan 10 orang teman lainnya termasuk kerabat dan karyawan Tee. Mereka makan-makan dan minum-minum di sebuah kelab malam di Taman Mount Austin.
Tragedi tersebut terjadi ketika mereka hendak pulang sekitar pukul 02.00, Senin (24/9) waktu setempat. Salah satu saksi mata yang enggan disebut namanya, menyatakan kejadian tersebut berlangsung sangat cepat.
"Mereka hendak keluar kelab ketika sebuah mobil berisi 8 orang bertopeng mendekat," tutur saksi tersebut.
Kemudian salah seorang pria bertopeng keluar dari mobil dan membacok Tee dengan parang. "Kejadiannya sangat cepat," imbuhnya.
Usai insiden tersebut, Tee pun dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh kerabat dan rekannya. Namun sayang, nyawa Tee tidak bisa diselamatkan. Dokter menyatakan, Tee menderita luka parah di bagian kepala, leher, dan sejumlah bagian tubuhnya. Menurut dokter, Tee telah meninggal di lokasi kejadian.
(ita/ita)











































