"Ini angka tertinggi dalam satu hari sejak Maret 2011. Dan ini cuma penghitungan korban yang nama-namanya telah tercatat. Jika kita menghitung jasad-jasad yang tak dikenal, angkanya akan jauh lebih tinggi," kata Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman kepada kantor berita AFP, Kamis (27/9/2012).
Menurut organisasi pemantau HAM Suriah yang berbasis di Inggris itu, di antara para korban tewas tersebut, sebanyak 199 orang di antaranya adalah warga sipil.
Di kota Deir Ezzor misalnya, 23 orang termasuk seorang anak dan seorang wanita tewas ketika pasukan Suriah menggempur distrik Jura. Di Damaskus, sebanyak 17 orang termasuk 8 wanita dan 3 anak-anak ditembak mati di kawasan Barzeh, Damaskus utara.
Sebelumnya, jumlah korban jiwa tertinggi dalam sehari terjadi pada 19 Juli lalu ketika 302 orang tewas di berbagai wilayah Suriah. Menurut Observatory, lebih dari 30 ribu orang telah tewas selama pergolakan yang berlangsung di Suriah sejak Maret 2011 lalu.
(ita/nrl)











































