Digigit Ular Paling Berbisa di Dunia, Remaja Australia Kritis

Digigit Ular Paling Berbisa di Dunia, Remaja Australia Kritis

- detikNews
Kamis, 27 Sep 2012 14:29 WIB
Digigit Ular Paling Berbisa di Dunia, Remaja Australia Kritis
Ilustrasi - ular taipan (stuff.co.nz)
Sydney, - Duh! Seorang remaja Australia digigit ular paling berbisa di dunia saat dirinya tengah berada di pantai. Remaja putra berusia 17 tahun tersebut saat ini tengah dalam kondisi kritis di rumah sakit setempat.

Seperti dilansir AFP, Kamis (27/0/2012), remaja yang tidak disebutkan namanya ini masih dalam kondisi sadar ketika datang ke sebuah rumah sakit di kota kecil Kurri Kurri, Sydney. Dia datang dengan luka gigitan ular di tangan kirinya.

Sedangkan seorang temannya datang membawa ember plastik yang berisi ular yang telah menggigit remaja tersebut. Belakangan ular tersebut diidentifikasi sebagai ular berbisa jenis taipan yang biasa ada di wilayah pedalaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ular taipan ini dikenal dengan bisa yang mematikan -- satu tetes saja bisa membunuh 100 pria dewasa. Ular jenis ini biasa tinggal di wilayah gurun pedalaman Australia dan jarang terlihat di wilayah pantai.

Oleh karena itu, aparat setempat tengah melakukan investigasi lebih lanjut untuk mencari tahu darimana asal ular tersebut. Dicurigai bahwa ular tersebut dijadikan hewan peliharaan secara ilegal.

"Remaja tersebut dilaporkan dalam kondisi stabil. Polisi saat ini tengah mencari tahu kronolgi kejadian bagaimana remaja tersebut bisa digigit, dan diharapkan bisa menanyai remaja tersebut begitu kondisinya membaik," tutur salah seorang polisi setempat.

Menurut dokter, korban mendapat perawatan intensif dan telah diberikan serum anti-bisa ular. Namun kondisinya masih mengkhawatirkan, mengingat bisa ular jenis taipan bisa membunuh manusia hanya dalam waktu 45 menit saja.

"Kami masih memiliki persediaan anti-bisa ular, kami menyimpan serum anti-bisa polivalen yang mampu mengatasi bisa dari semua jenis ular. Kami segera menggunakannya dan dia mendapatkan perawatan sedini mungkin," terang ahli toksikologi Geoff Isbister yang merawat korban di Rumah Sakit Mater, Newscastle.

Bisa ular menyerang pembuluh darah dan bisa menyebabkan kelumpuhan secara bertahap, bahkan gangguang pernapasan jika tidak segera dirawat medis. Bisa ular yang sangat mematikan tentunya bisa berakibat kematian. Menurut Isbister, diperlukan waktu berminggu-minggu untuk benar-benar pulih dari gigitan ular paling berbisa di dunia tersebut.

Diketahui bahwa ular jenis taipan berukuran paling panjang 2,5 meter dan memiliki taring sepanjang 12 mm. Ular jenis ini senang hidup di kawasan yang jarang penduduk dan sangat pemalu. Karenanya, hanya sedikit manusia yang pernah digigit oleh binatang itu. Meskipun dijuluki ular mematikan, namun hingga saat ini belum pernah ada korban tewas akibat digigit ular taipan.

(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads