Mahasiswa S2 Malaysia Ditangkap Polisi Atas Tuduhan Menghina Islam

Mahasiswa S2 Malaysia Ditangkap Polisi Atas Tuduhan Menghina Islam

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 27 Sep 2012 12:55 WIB
Mahasiswa S2 Malaysia Ditangkap Polisi Atas Tuduhan Menghina Islam
Ilustrasi
Kuala Lumpur, - Seorang mahasiswa S2 di Malaysia ditangkap polisi atas tuduhan menghina muslim. Pria berusia 25 tahun ini dituding memposting pernyataan yang dinilai mengejek Islam dalam akun Facebook-nya.

Mahasiswa yang tidak disebutkan identitasnya ini tengah mengambil program pascasarjana di sebuah universitas setempat. Pernyataan yang dinilai menghina Islam dan Nabi Muhammad tersebut diposting pada Juli lalu. Mahasiswa yang tidak disebutkan namanya ini ditangkap di kediamannya di Taman Klang Jaya, Rabu (26/9) siang. Polisi juga menyita sebuah laptop milik mahasiswa tersebut.

Kasus ini berawal ketika polisi menerima pengaduan seorang pria soal posting-an di Facebook yang dinilai menghina Islam pada Selasa (25/9) malam. Pada malam yang sama, rumah dan mobil milik si mahasiswa tersebut dirusak oleh orang tak dikenal. Mahasiswa ini pun sempat melapor ke polisi beberapa saat sebelum laporan pria lainnya soal posting-an Facebook tersebut diterima polisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekitar tengah malam, pelaku melapor ke polisi bahwa akun Facebook-nya diretas dan dirinya kehilangan laptopnya pada Juni lalu," ujar Kepala Kepolisian South Klang, Mohamad Mat Yusop, seperti dilansir The Star, Kamis (27/9/2012).

"Sekitar 1 jam kemudian, kami menerima pengaduan dari seorang pria yang marah dengan posting-an Facebook yang baru dibacanya pada malam itu," imbuhnya.

Beberapa saat kemudian, polisi juga menerima lima pengaduan lainnya soal posting-an Facebook yang dinilai menghina Islam tersebut. Polisi pun akhirnya mendatangi rumah si mahasiswa untuk menahannya.

Sementara itu, polisi setempat juga masih menyelidiki kasus pengrusakan yang dialami si mahasiswa. Diduga kuat, pengrusakan tersebut terkait dengan posting-an Facebook yang dinilai menghina Islam.

"Kami telah memintai keterangan 3 orang terkait penyerangan dan pengrusakan tersebut," tutur Mohamad dalam konferensi pers.

Mengingat kasus ini sangat sensitif karena menyangkut agama, Mohamad mengimbau masyarakat tetap tenang dan memberikan kesempatan bagi polisi untuk menuntaskan investigasi yang sedang berjalan.

Hasil investigasi awal atas akun Facebook milik si mahasiswa menunjukkan, posting-an yang dinilai menghina tersebut telah dihapus dan permintaan maaf telah disampaikan. Diketahui juga bahwa akun Facebook milik si mahasiswa diakses dari sejumlah lokasi berbeda sehingga sangat dimungkinkan jika akun tersebut memang telah diretas oleh orang lain.

(nvc/ita)


Berita Terkait