"Sedikitnya 21.534 warga sipil, 7.322 tentara Suriah dan 1.168 anggota kelompok pembelot tewas terbunuh dalam 18 bulan terakhir," ujar direktur kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman seperti dilansir Asia One, Kamis (27/9/2012).
Ditambahkan Rami Abdel, jumlah warga sipil yang tewas termasuk juga para warga biasa yang bergabung dengan kelompok pemberontak melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.
Rami menyatakan, jumlah korban tewas tersebut masih belum termasuk ribuan orang yang ditahan tanpa alasan jelas di sejumlah penjara Suriah. Serta belum termasuk ratusan jasad tanpa identitas yang ditemukan di sejumlah wilayah Suriah dalam 3 bulan terakhir.
"Lebih dari 30 ribu orang tewas dalam 18 bulan terakhir -- artinya lebih dari 100 orang tewas setiap harinya, oleh karena itu komunitas internasional dan negara-negara Arab terus menyerukan bahwa 'sesuatu' harus dilakukan untuk Suriah," tandasnya.
Penghitungan organisasi pemantau HAM yang berbasis di Inggris ini, didasarkan pada laporan para dokter, jurnalis dan aktivis yang ada di lapangan. Sedangkan menurut penghitungan PBB, korban tewas dalam krisis Suriah mencapai lebih dari 20 ribu jiwa.
(nvc/ita)











































