Kematian Dubes AS di Libya Tidak Terkait 'Innocence of Muslims'

Kematian Dubes AS di Libya Tidak Terkait 'Innocence of Muslims'

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 26 Sep 2012 17:18 WIB
Kematian Dubes AS di Libya Tidak Terkait Innocence of Muslims
Christopher Stevens (AFP)
Washington, - Serangan mematikan ke Konsulat Amerika Serikat (AS) di Benghazi, Libya, dinyatakan tidak terkait dengan aksi protes menentang film 'Innocence of Muslims'. Presiden Libya Mohamed al-Megaryef menyebut serangan yang menewaskan Duta Besar AS untuk Libya, Chris Stevens tersebut telah direncanakan dengan matang.

Dalam wawancaranya dengan NBC News, Presiden Megaryef mengatakan, para pelaku menyerang dengan menggunakan roket dan mortar dalam tingkat akurasi yang tinggi. Menurutnya, serangan tersebut telah direncanakan sebelumnya dan dilakukan oleh para militan yang berpengalaman.

Ketika ditanya apakah film kontroversial 'Innocence of Muslims' ada kaitannya dengan serangan tersebut, Megaryef menjawab: "Tidak terkait serangan ini."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Reaksi seharusnya, jika memang sungguhan, seharusnya dilakukan 6 bulan sebelumnya. Jadi itu sengaja ditunda hingga mendekati peringatan 11 September. Mereka memilih tanggal tersebut, 11 September, untuk memberi pesan khusus," imbuh Megaryef dalam wawancara seperti dilansir AFP, Rabu (26/9/2012).

Serangan ke gedung Konsulat AS di Benghazi menewaskan Stevens dan 4 staf diplomatik lainnya. Awalnya serangan ini disebut-sebut terkait dengan film 'Innocence of Muslims' yang telah merendahkan Islam dan Nabi Muhhamad. Namun belakangan diyakini bahwa serangan ini merupakan serangan teroris yang memanfaatkan momentum yang ada.

Megaryef menerangkan, sebelum serangan terjadi sama sekali tidak ada demonstran yang menggeruduk kantor Konsulat AS di Benghazi tersebut. Para demonstran datang dalam dua gelombang yang berbeda, pada saat itu para militan menembakkan roket dan mortar ke arah Konsulat AS.

"Ini adalah akti terorisme yang telah direncanakan sebelumnya," tuturnya sembari menegaskan bahwa film kontroversial tersebut 'tidak berkaitan dengan serangan ini'.

Saat ini, pemerintah Libya tengah menyelidiki secara menyeluruh insiden berdarah tersebut. Dengan bantuan pemerintah AS, mereka berniat menyeret para pelaku pembunuhan Dubes Stevens ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

(nvc/ita)


Berita Terkait