1. Konflik di Suriah
|
dok AFP
|
Situasi di Suriah makin memburuk dari hari ke hari, dan tak ada pembatasan dari negara itu.
"Ini adalah bencana regional dengan konsekuensi global. Ini adalah ancaman serius yang berkembang bagi perdamaian dan keamanan internasional, yang memerlukan tindakan Dewan Keamanan," kata Ban Ki-moon.
Ban juga mengecam tindakan Rusia dan China yang bolak-balik memveto draft resolusi Dewan Keamanan PBB yang membuat Presiden Suriah Bashar al-Assad makin kuat.
Presiden Prancis Francois Hollande mendeskripsikan Suriah dalam keadaan darurat. Prancis, yang juga anggota DK PBB, menegaskan akan segera mengakui pemerintahan baru setelah terbentuk.
Sebelumnya, utusan perdamaian internasional Lakhdar Brahimi mengatakan konflik itu menemui jalan buntu.
"Tidak ada prospek untuk hari ini atau besok untuk bergerak maju," kata Lakhdar.
Dia menambahkan bahwa ia memiliki rencana untuk bertemu dengan para pemimpin Rusia dan China dalam upaya untuk menempa penyelesaian yang langgeng, dan bahwa ada indikasi resistensi anti-pemerintah meningkat dan bersatu.
2. Konflik Israel - Palestina
|
dok mydd.com
|
Tahun lalu langkah Palestina mendapatkan pengakuan kemerdekaan dijegal di Dewan Keamanan PBB. Kini, Palestina mengincar pengamat non-anggota di DK PBB, satu tahap sebelum menjadi pengamat tetap DK PBB.
"Bangsa Palestina harus memungkinkan untuk merealisasikan hak mereka untuk mendirikan negara mereka sendiri yang layak. Israel harus hidup dalam perdamaian dan keamanan, bebas dari ancaman dan roket. Solusi dua negara ini harus menjadi pilihan yang langgeng, kendati mungkin ada pintu-pintu yang tertutup untuk kebaikan ini," kata Ban.
Amerika Serikat (AS) sebagai sekutu terdekat Israel rupanya mendukung pernyataan Sekjen PBB Ban Ki-moon itu, kendati cenderung pada Israel. Presiden AS Barack Obama mengimbau para pemimpin dunia untuk meninggalkan di belakang siapa saja yang ingin berkonflik dan yang menolak hak Israel untuk eksis.
"Jalan masih terjal, namun tujuannya jelas, negara Yahudi yang aman, Israel dan negara Palestina yang makmur dan independen," kata Obama.
Sementara Raja Yordania Abdullah II mendorong kedua belah pihak melakukan negosiasi untuk perjanjian yang langgeng.
"Untuk hampir 65 tahun, bangsa Palestina dikecualikan dari janji-janji PBB, hukum internasional dan HAM. Cukup," tegas Raja Abdullah II.
3. AS Paksa Iran Hentikan Pengayaan Nuklir
|
dok muftah.org
|
Presiden AS Barack Obama mengingatkan peringatan AS untuk menutup pengayaan nuklir Iran itu tidak ada batas waktunya.
"Jangan membuat kesalahan, senjata nuklir Iran bukan tantangan. AS akan melakukan apa yang mesti dilakukan untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir," kata Obama.
Berulang kali Iran menegaskan bahwa negaranya membuat program nuklir untuk tujuan damai dan memenuhi kebutuhan energinya, namun negara-negara Barat percaya Iran sedang mengembangkan senjata nuklir. Inspektor PBB juga sudah menunjukkan keraguannya atas Iran. Sementara Sekjen PBB Ban Ki-moon mendukung nuklir Iran asalkan untuk tujuan damai.
4. Kecaman pada film 'Innocence of Muslims'
|
dok internationalpoliticalforum.com
|
Film itu dinilai menghina Nabi Muhammad sebagai suka perempuan, pedofilia dan pembunuh. Protes-protes banyak terjadi hingga mengakibatkan tewasnya Dubes AS untuk Libya, Chris Stevens dan 3 pejabat diplomatik lainnya.
Salah satu yang mengecam film itu adalah Presiden Pakistan Asif Ali Zardari.
"Saya ingin mengungkapkan kecaman yang kuat atas aksi menyerang kepercayaan dari miliaran Muslim di dunia dan Nabi Muhamad kami tercinta," kata Zardari.
"Meskipun kita tidak pernah bisa memaafkan kekerasan, masyarakat internasional tidak harus menjadi pengamat diam, dan harus mengkriminalisasi tindakan seperti yang menghancurkan perdamaian dunia dan membahayakan keamanan dunia dengan menyalahgunakan kebebasan berekspresi," tegas Zardari.
Sementara Obama yang mendeskripsikan video itu sebagai 'kejam dan menjijikkan' mengatakan negaranya bisa memahami bahwa banyak orang merasa tersinggung atas film itu seperti halnya warga AS.
Namun Obama menekankan, bahwa Pemerintah AS tak ada hubungannya dengan film itu, hanya bisa memberikan hak bahwa film itu bisa eksis dan menolak respons film itu dengan kekerasan.
"Saya tahu ada beberapa pertanyaan mengapa kami tidak melarang saja video itu. Jawabannya adalah hal itu dijamin dalam hukum kami," tegas dia.
"Tidak ada pidato yang membenarkan kekerasan tak berperikemanusiaan. Tidak ada kata-kata yang memaafkan pembunuhan orang tak berdosa. Tidak ada video yang membenarkan serangan terhadap kedutaan," tekan Obama.
Presiden SBY dalam pidatonya juga dengan lantang menyuarakan konsensus internasional untuk mencegah permusuhan berlatar agama seperti kasus Innocence of Muslims yang menggemparkan dunia. Menurut SBY, kebebasan berekspresi itu tidak mutlak.
SBY menekankan mengenai budaya universal saling toleransi dan menghargai keyakinan beragama satu sama lain. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi keragaman budaya dan agama, Indonesia menyerukan saling menghormati dan pengertian di antara orang-orang yang memiliki keyakinan berbeda-beda.
5. Krisis di Sahel, Afrika
|
dok crs-blog.org
|
"Situasi yang dibuat pihak yang menguasai Mali di bagian utara oleh kelompok teroris tidak bisa ditoleransi," kata Hollande.
Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat mewanti-wanti bahwa lebih dari 6 juta penduduk terancam kelaparan di Sahel. Termasuk jutaan anak yang kekurangan gizi.
Sekjen PBB Ban Ki-moon juga mengatakan bahwa krisis di Sahel ini tidak mendapatkan perhatian dan dukungan yang cukup.
Sekjen PBB dan Presiden Prancis bertemu untuk membahas reaksi dari krisis yang makin memburuk di Sahel.
Halaman 2 dari 6











































