Polisi terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke arah demonstran dan menggunakan tongkat untuk membubarkan massa yang memenuhi alun-alun Plaza de Neptuno. Persoalannya, unjuk rasa tersebut digelar di dekat gedung parlemen Spanyol.
Ribuan demonstran tersebut tengah memprotes kebijakan penghematan yang diterapkan oleh pemerintah Spanyol demi mencegah terus meluasnya krisis keuangan yang melanda negeri matador ini. Bentrokan pun tak terhindarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tayangan televisi setempat menunjukkan kebrutalan polisi dalam menangkap para demonstran. Polisi terlihat memukuli dan menyeret para demonstran, bahkan hingga beberapa demonstran berdarah-darah.
Unjuk rasa yang diberi nama 'Occupy Congress' ini diikuti oleh sekitar 6 ribu orang dari segala macam lapisan masyarakat pada Selasa (25/9) malam. Mereka menentang kebijakan penghematan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintahan Perdana Menteri Mariano Rajoy.
"Penghasilan tahunan saya menurun menjadi 8 ribu euro dan jika terus menurun maka saya tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," ujar Luiz Rodriguez, salah seorang demonstran yang berprofesi sebagai pemadam kebakaran.
Perekonomian Spanyol awalnya berada pada posisi ke-4 dari total 17 negara anggota Uni Eropa. Namun pasca kejatuhan sektor real estate yang berpengaruh pada perbankan, kondisi perekonomian Spanyol terus menurun. Pada semester kedua tahun 2008 lalu, perekonomian Spanyol anjlok dan menyisakan jutaan warga kehilangan pekerjaan. Angka pengangguran di Spanyol dilaporkan meningkat hingga 25 persen.
(nvc/ita)










































