"Saya menentang intervensi militer asing atas apa yang terjadi di Suriah," kata Morsi seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (25/9/2012).
"Saya tidak membenarkan ini dan saya pikir ini kesalahan besar jika itu terjadi. Mesir tidak setuju atas hal ini," imbuh pemimpin baru Mesir tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Morsi, negara-negara Arab harus mendukung rakyat Suriah dalam aksi mereka untuk meraih kebebasan. "Presiden Assad tak punya pilihan kecuali pergi," tegas Morsi. "Tak ada ruang untuk reformasi politik. Perubahanlah yang diinginkan rakyat, dan keinginan rakyat harus dihargai," tandas Morsi.
"Rezim (Assad) harus menyadari bahwa solusi militer tak akan menghentikan revolusi. Puluhan ribu rakyat telah tewas dan yang lainnya bisa menyusul, jadi yang utama adalah menghentikan pertumpahan darah," ujar Morsi.
Morsi dijadwalkan berpidato di depan Majelis Umum PBB pada Rabu, 26 September waktu setempat.
Konflik di Suriah telah berlangsung selama 18 bulan. Menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 20 ribu orang telah tewas sejak revolusi melanda Suriah pada Maret 2011 lalu.
(ita/nrl)











































