"Anak-anak harusnya kembali ke sekolah, namun mereka malah mengalami kekerasan ekstrem," kata Rami Abdel Rahman dari organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (25/9/2012).
"Ini tak akan terjadi seandainya komunitas internasional tidak dibisukan oleh kelumpuhannya," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Organisasi tersebut hari ini merilis "Untold Atrocities" yang berisi kumpulan kesaksian langsung mengenai konflik tersebut dari para orangtua dan anak-anak Suriah yang kabur dari negara mereka. Laporan tersebut berisi detail mengerikan tentang bagaimana anak-anak terjebak dalam perang Suriah.
Menurut Observatory, setidaknya 29 ribu orang telah tewas sejak revolusi melanda Suriah pada Maret 2011 lalu. Namun menurut badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah korban jiwa mencapai 20 ribu orang. Sementara pemerintah Suriah tidak pernah merilis jumlah korban jiwa.
(ita/nrl)











































