Menurut Brahimi seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (25/9/2012), "tak ada prospek untuk hari ini atau besok untuk melangkah maju."
Hal tersebut disampaikan Brahimi kepada para wartawan usai memberi penjelasan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai pertemuannya dengan Assad pada pertengahan September lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Brahimi menyampaikan gambaran buruk mengenai konflik Suriah yang telah berlangsung 18 bulan. Mulai dari kondisi kekurangan pangan, penyiksaan terhadap para tahanan dan kerusakan sebagian besar sekolah-sekolah di Suriah.
Brahimi juga meminta keseluruhan 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB untuk bersatu mendukung upaya-upaya yang dilakukannya untuk mengakhiri konflik Suriah. Selama ini, krisis Suriah telah membuat Dewan Keamanan PBB terpecah. Dua negara anggota tetap DK PBB, Rusia dan China telah tiga kali menggunakan hak veto mereka untuk menolak resolusi mengenai Suriah.
(ita/nrl)











































