Hillary Clinton Ajak Dunia Bersatu Melawan Ekstremis

Hillary Clinton Ajak Dunia Bersatu Melawan Ekstremis

- detikNews
Selasa, 25 Sep 2012 11:56 WIB
Hillary Clinton Ajak Dunia Bersatu Melawan Ekstremis
Hillary Clinton (EPA/NY Daily News)
New York, - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton mengajak masyarakat dunia untuk bekerja sama melawan para ekstremis. Hal ini disampaikan di tengah-tengah ketegangan diplomatik yang muncul akibat gelombang unjuk rasa anti-Amerika di sejumlah negara.

"Kita semua harus berdiri bersama untuk melawan kekuatan-kekuatan ini dan mendukung transisi demokrasi yang terjadi di wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah. Persatuan komunitas internasional sangatlah penting karena para ekstremis di dunia tengah berupaya keras untuk memecah-belah kita," ujar Hillary seperti dilansir AFP, Selasa (25/9/2012).

Hal disampaikannya dalam pertemuan Clinton Global Initiative, yayasan yang didirikan oleh suaminya, mantan Presiden AS Bill Clinton. Dalam kesempatan ini, mantan ibu negara AS itu memuji rakyat Libya di Benghazi yang berani melawan para militan bersenjata di wilayah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Orang-orang dari dunia Arab tidak akan membiarkan keberadaan tirani diktator maupun tirani massa. Tidak ada keraguan tentang hal itu. Masyarakat Benghazi mengirimkan pesan ini secara lantang dan jelas pada Jumat (21/9) ketika mereka menolak ekstremis dengan tegas dan mempertahankan kehormatan dan martabat kota yang teguh ini," tuturnya.

Pada Senin (24/9) lalu, Hillary bertemu dengan sejumlah pemimpin dari negara-negara Islam, mulai dari Libya, Pakistan, Afghanistan hingga Mesir. Untuk pertama kalinya, Hillary bertemu dengan pemimpin Libya yang baru Mohamed al-Megaryef.

Dalam pertemuan yang digelar di sebuah hotel di New York, AS, Presiden Megaryef berjanji kepada Hillary, negaranya tidak akan lagi menjadi beban dunia internasional. Hillary pun menjanjikan bahwa AS akan selalu mendukung Libya dalam mengembangkan sistem demokrasi di negaranya.

Kemudian, Hillary juga bertemu dengan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan berterima kasih atas respons pemerintahannya dalam menghalau unjuk rasa anti-Amerika beberapa hari lalu.

Lalu Hillary juga bertemu dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai pada hari yang sama. Dalam pertemuan yang berlangsung selama 1 jam tersebut, keduanya membahas soal kerjasama bilateral dalam sektor keamanan, mengingat seluruh tentara AS akan meninggalkan wilayah Afghan pada akhir tahun 2014 mendatang. Selain itu, Hillary juga bertemu dengan Presiden baru Mesir Mohamed Morsi.


(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads