Juru bicara Gedung Putih Tommy Vietor menyebut komentar Ahmadinejad tersebut menjijikkan dan ofensif. Vietor pun menegaskan komitmen pemerintah AS akan keamanan Israel.
"Komentar-komentar Presiden Ahmadinejad tersebut menjijikkan, ofensif dan keterlaluan. Hal itu menekankan kembali mengapa komitmen Amerika akan keamanan Israel tak akan bisa digoyahkan, dan mengapa dunia harus meminta Iran bertanggung jawab atas kegagalannya memenuhi kewajiban-kewajibannya," tegas Vietor seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (25/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ahmadinejad kembali menunjukkan bahwa dirinya bukan cuma ancaman bagi masa depan rakyat Yahudi, dia juga berupaya menghapus masa lalu kami," cetus Prosor dalam statemennya.
"Tiga ribu tahun sejarah Yahudi menjelaskan adanya bahaya nyata jika mengabaikan para fanatik seperti presiden Iran, khususnya saat dia semakin dekat untuk mendapatkan senjata nuklir," imbuhnya.
Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon di New York pada Minggu, 23 September waktu setempat, Ahmadinejad telah diingatkan untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan retorika yang bersifat menghasut.
Pada tahun 2005, Ahmadinejad pernah menyebut Israel "tumor" dan mengulangi kata-kata pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini yang menyebutkan bahwa Israel harus "dihapus dari peta".
(ita/nrl)










































