Ahmadinejad Sebut Israel akan Lenyap, AS Mengecam Keras

Ahmadinejad Sebut Israel akan Lenyap, AS Mengecam Keras

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 25 Sep 2012 10:34 WIB
Ahmadinejad Sebut Israel akan Lenyap, AS Mengecam Keras
foto: Reuters
Washington, - Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mencetuskan bahwa Israel tak punya akar dalam sejarah di Timur Tengah dan pada akhirnya akan lenyap. Pernyataan Ahmadinejad itu langsung menuai kecaman keras dari sekutu kuat Israel, Amerika Serikat.

Juru bicara Gedung Putih Tommy Vietor menyebut komentar Ahmadinejad tersebut menjijikkan dan ofensif. Vietor pun menegaskan komitmen pemerintah AS akan keamanan Israel.

"Komentar-komentar Presiden Ahmadinejad tersebut menjijikkan, ofensif dan keterlaluan. Hal itu menekankan kembali mengapa komitmen Amerika akan keamanan Israel tak akan bisa digoyahkan, dan mengapa dunia harus meminta Iran bertanggung jawab atas kegagalannya memenuhi kewajiban-kewajibannya," tegas Vietor seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (25/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahmadinejad saat ini tengah berada di New York, Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Sebelumnya Ahmadinejad telah menghadiri pertemuan tingkat tinggi PBB mengenai aturan hukum pada Senin, 24 September waktu setempat. Pernyataan Ahmadinejad dalam pertemuan itu memicu aksi walkout oleh Duta Besar (Dubes) Israel untuk PBB, Ron Prosor.

"Ahmadinejad kembali menunjukkan bahwa dirinya bukan cuma ancaman bagi masa depan rakyat Yahudi, dia juga berupaya menghapus masa lalu kami," cetus Prosor dalam statemennya.

"Tiga ribu tahun sejarah Yahudi menjelaskan adanya bahaya nyata jika mengabaikan para fanatik seperti presiden Iran, khususnya saat dia semakin dekat untuk mendapatkan senjata nuklir," imbuhnya.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon di New York pada Minggu, 23 September waktu setempat, Ahmadinejad telah diingatkan untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan retorika yang bersifat menghasut.

Pada tahun 2005, Ahmadinejad pernah menyebut Israel "tumor" dan mengulangi kata-kata pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini yang menyebutkan bahwa Israel harus "dihapus dari peta".

(ita/nrl)


Berita Terkait