Seperti dilansir Asia One, Minggu (23/9/2012), insiden ini terjadi pada Jumat (21/9) tengah malam di sebuah apartemen di wilayah Ayer Keroh, Malaka, Malaysia. Saat itu, pihak imigrasi setempat tengah menggelar operasi penggerebekan yang termasuk dalam program 6P.
Penggerebekan dilakukan Jumat tengah malam hingga Sabtu (22/9) dini hari waktu setempat, di sejumlah wilayah pemukiman warga. Tentu saja penggerebekan ini mengejutkan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang penghuni apartemen, yang diketahui merupakan warga asing bernama Mathoseh, berhasil kabur dari langit-langit ke atap. Tapi kemudian, dia terpeleset saat berpegangan pada talang air yang ada di atap.
Mathoseh pun terjatuh dari lantai 5 apartemennya. Tim medis dari Departemen Pertahanan Sipil yang datang 15 menit kemudian melarikan Mathoseh ke rumah sakit terdekat. Namun sayangnya, Mathoseh dinyatakan tewas akibat luka dalam.
Hasil penyelidikan tim imigrasi menunjukkan, Mathoseh sama sekali tidak memiliki dokumen imigrasi dan identitas valid selama di Malaysia. Mathoseh diketahui telah tinggal di Malaysia selama 10 bulan dan bekerja sebagai pekerja bangunan.
Tim juga menemukan fakta bahwa Mathoseh telah menikah dan memiliki 2 orang anak di rumahnya yang diketahui terletak di Jawa Timur.
(nvc/ega)










































