Penyanderaan terhadap Breitsman sendiri berlangsung selama enam jam. Selama itu pula polisi terus melakukan upaya negosiasi kepada Thaxton yang mengaku bersenjata senapan dan memiliki bom tersebut.
Selama negosiasi berlangsung, Thaxton sempat mengirimkan pesan ke jejaring sosial Facebook dengan akun yang dikelolanya. Pesan tersebut berbuyi kebosanan hidup yang dialaminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pesan yang dikirimkan Thaxton di akun Facebooknya, mendorong banyak orang untuk memberikan respon terhadap aksi pemuda berusia 22 tahun itu. Salah satunya adalah mendorong Thaxton untuk bekerjasama dengan polisi dan menyerahkan diri.
Ibunda Thaxton, Ronda Thaxton, mengatakan bila anaknya itu pernah bertugas di satuan Angkatan Darat AS. Thaxton didakwa dengan penculikan, membuat ancaman teroris dan penyerangan. Kini dia menjalani evaluasi secara psikologis.
(ahy/ahy)











































