Awalnya, seperti diberitakan Daily Mail, Jumat (21/9/2012), para tentara asal Polandia itu mengira telah menemukan bahan peledak pada Rabu, 19 September waktu setempat. Sebabnya, para militan di Afghanistan kerap memasang bom-bom di pinggir-pinggir jalan.
Namun tak lama kemudian jelaslah bahwa yang ada dalam buntelan di pinggir jalan itu adalah seorang bayi perempuan yang baru dilahirkan. Bayi tersebut masih hidup dan dibungkus dengan handuk.
Pasukan Polandia tersebut kemudian membawa bayi tersebut ke pusat medis di pangkalan militer mereka di Waghez, Afghanistan selatan. Bayi itu pun diberi nama Pola, mengambil nama negara mereka.
Sang bayi kemudian diperiksa oleh dokter-dokter militer. Para prajurit pun pergi untuk membeli susu formula, botol susu dan perlengkapan bayi lainnya.
Belum diketahui siapa yang telah meninggalkan bayi itu di pinggir jalan dan mengapa. Tak ada orang lain ataupun bangunan yang ditemukan dalam radius satu mil dari lokasi temuan bayi tersebut.
(ita/nrl)











































