Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton pun berterima kasih atas respons pemerintah Indonesia dalam mengantisipasi unjuk rasa menentang film anti-Islam "Innocence of Muslims" tersebut.
"Kami ingin memastikan bahwa penegak hukum di Indonesia mampu melakukan apa yang diperlukan untuk memastikan tak ada gangguan keamanan dan ketertiban sipil," kata Hillary.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat berterima kasih, bukan cuma untuk kerjasama dan perlindungan yang telah diberikan bagi fasilitas-fasilitas kami, namun juga atas pernyataan keras mengecam kekerasan," tandas Hillary.
Film "Innocence of Muslims" telah memicu gelombang aksi demo anti-AS di berbagai negara di dunia seperti Mesir, Iran, Tunisia, Inggris, Australia dan lainnya. Bahkan di Libya, aksi demo itu berujung serangan ke konsulat AS yang menewaskan Dubes AS untuk Libya, Chris Stevens dan 3 pejabat AS lainnya.
(ita/nrl)











































