"Hingga Rabu (19/9), sedikitnya 20.755 warga sipil, 1.148 pemberontak, dan 7.095 tentara Suriah tewas di wilayah Suriah sejak kerusuhan pecah," ujar Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel Rahman, kepada kantor berita AFP, Kamis (20/9/2012).
Menurut laporan awal yang diterima Observatory, sedikitnya sudah ada 41 orang yang dilaporkan tewas di Suriah hari ini. Dengan demikian, lanjut Abdel Rahman, kini jumlah korban tewas telah melebihi angka 29 ribu jiwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghitungan tersebut, menurut Abdel Rahman, tidak termasuk ribuan orang yang ditahan tanpa alasan di sejumlah penjara pemerintah Suriah. Dikhawatirkan sebagian besar tahanan sebenarnya sudah tewas.
"Kami juga melaporkan bahwa ratusan jasad tak teridentifikasi ditemukan di sejumlah wilayah negara tersebut," tuturnya.
"Selain itu, kami meyakini bahwa jumlah korban tewas dari kalangan tentara pemerintah lebih banyak, mengingat banyak tentara yang tewas yang tidak diumumkan," imbuh Abdel Rahman.
Penghitungan organisasi pemantau HAM yang berbasis di Inggris ini didasarkan pada laporan para dokter, jurnalis dan aktivis yang ada di lapangan. Sedangkan penghitungan PBB menyatakan, korban tewas dalam krisis Suriah mencapai lebih dari 20 ribu jiwa.
(nvc/nrl)











































