Dalam aksinya seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (20/9/2012), sekitar 100 demonstran meneriakkan "Matilah Prancis". Massa juga meneriakkan slogan-slogan anti-Israel dan anti-Amerika Serikat.
Puluhan polisi dikerahkan di sekitar Kedubes Prancis untuk mencegah massa bergerak semakin mendekati gedung Kedubes. Akibat demo ini, Kedubes Prancis pun ditutup sebagai pencegahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keputusan majalah mingguan Charlie Hebdo untuk memuat karikatur Nabi Muhammad tersebut telah memperkeruh suasana. Sebabnya, hal ini terjadi di saat gelombang aksi demo menentang film anti-Islam "Innocence of Muslims" terjadi di berbagai belahan dunia.
Sedikitnya 30 orang telah tewas akibat berbagai serangan dan aksi demo terkait film amatir yang dibuat di AS itu. Korban jiwa termasuk Dubes AS untuk Libya Chris Stevens yang tewas dalam serangan kelompok bersenjata ke gedung konsulat AS di Benghazi, Libya. Serangan pada Selasa, 11 September itu juga menewaskan tiga pejabat AS lainnya.
(ita/nrl)











































