Sekitar 300 mahasiswa meneriakkan "Matilah Prancis, Matilah Amerika" dalam unjuk rasa di sebuah kawasan barat Kabul, ibukota Afghan. Sementara ratusan demonstran lainnya berkumpul di atas sebuah jalan layang di dekatnya dan meneriakkan "Hidup Islam, Hidup Afghanistan."
Menurut kantor berita AFP, Kamis (20/9/2012), kedua aksi protes tersebut berlangsung damai. Dalam aksinya, massa demonstran mengecam karikatur Nabi Muhammad yang dimuat di majalah satir "Charlie Hebdo".
Sebelumnya aksi-aksi demo juga telah berlangsung di Afghanistan dalam empat hari terakhir. Unjuk rasa tersebut terkait dengan film amatir "Innocence of Muslims' yang telah menghina Islam dan Nabi Muhammad. Film yang dibuat di AS tersebut juga telah memicu gelombang demo anti-AS di berbagai negara lainnya seperti Mesir, Maroko, Iran, Tunisia, Australia, Inggris dan lainnya.
Bahkan di Libya, film tersebut memicu demo yang berujung dengan serangan ke konsulat AS di Kota Benghazi pada Selasa, 11 September lalu. Serangan itu menewaskan Dubes AS untuk Libya Chris Stevens dan tiga pejabat AS lainnya.
(ita/nrl)











































