Garcia merupakan satu dari tiga aktris film amatir tersebut yang telah maju dengan tuduhan serupa sejak gelombang aksi demo terjadi di berbagai negara. Garcia mengajukan gugatan ke pengadilan Los Angeles, AS atas dasar pelanggaran privasi, penipuan, fitnah dan kesengajaan menimbulkan tekanan emosional.
Aktris tersebut menuntut Nakoula Basseley Nakoula, penganut Kristen Koptik Mesir dan terpidana penipuan, yang tinggal di Los Angeles dan telah mengakui pembuatan film "Innocence of Muslims."
Menurut media AS, Nakoula menulis dan memproduseri film yang merendahkan Islam dan Nabi Muhammad tersebut. Pria berumur 55 tahun itu menggunakan nama samaran Sam Bacile sebelum kemudian teridentifikasi. Dia telah diinterogasi polisi sebelum kemudian pergi bersembunyi bersama keluarganya.
Garcia juga menggugat YouTube dan pemiliknya, Google karena telah merilis kutipan dialog film yang kemudian didubbing ke bahasa Arab.
"Pak Bacile menyampaikan pada dia (Garcia) bahwa film itu merupakan film pertualangan tentang Mesir kuno," demikian bunyi gugatan yang disampaikan Garcia seperti dilansir AFP, Kamis (20/9/2012). Dia kemudian menyadari bahwa film itu telah membuat nyawanya terancam.
"Dia telah menerima ancaman-ancaman mati dan saat ini dia khawatir akan hidupnya dan kehidupan serta keselamatan orang-orang yang terkait dengannya," demikian bunyi gugatan.
Lebih dari 30 orang telah tewas dalam berbagai serangan dan aksi demo di sejumlah negara terkait film "Innocence of Muslims". Ini termasuk 12 orang yang tewas akibat serangan bom bunuh yang dilakukan seorang wanita di Afghanistan pada Selasa, 18 September lalu. Aksi bunuh diri itu diklaim oleh kelompok militan Afghanistan yang menyebutnya sebagai pembalasan atas film amatir yang dibuat di AS itu.
(ita/nrl)











































