Korban pertama masih berusia 22 tahun dan baru saja lulus kuliah. Wanita yang tidak disebutkan namanya ini, melamar pekerjaan sebagai SPG melalui internet. Dia diminta datang ke hotel tersebut untuk wawancara kerja pada Sabtu (15/9).
Kepala Kepolisian Distrik Kuala Lumpur, Khairy Arasah mengatakan, lamaran pekerjaan tersebut dikirimkan ke alamat email (sonicact@gmail.com) milik pelaku. Di dalam email balasan yang diterima korban, pelaku menawarkan gaji sebesar 400 ringgit Malaysia (Rp 1,2 juta) per hari. Korban juga diminta untuk menemui seorang pewawancara kerja di sebuah kamar di hotel setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khairy menambahkan, insiden serupa juga terjadi pada awal Agustus. Seorang wanita lainnya diperkosa dan dirampok saat menghadiri wawancara kerja gadungan tersebut, namun di hotel yang berbeda.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan, kedua kasus ini memang berkaitan, merujuk pada modus operandi yang sama. Khairy menuturkan, pelaku kedua kasus tersebut bisa jadi merupakan orang yang sama. Terlebih dalam kedua kasus, pelaku sama-sama tidak meninggalkan nama, alamat maupun nomor kontak saat memesan kamar hotel.
Kepolisian setempat telah merilis sebuah foto yang diduga pelaku dalam kasus ini. Khairy pun meminta bantuan masyarakat untuk melapor jika mengenali atau pernah melihat pelaku.
Dalam kasus ini, pelaku dijerat pasal 376 tentang pemerkosaan dan pasal 392 tentang perampokan.
(nvc/ita)











































