Aksi Bushra ini dilakukan berselang 3 bulan setelah suaminya, Assef Shawqat, yang juga Wakil Panglima Militer Suriah dibunuh kelompok oposisi. Shawqat yang menjadi pelindung Bushra dan anak-anaknya tewas di tangan kelompok oposisi pada 18 Juli lalu.
Di Dubai, Bushra dikabarkan telah mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah yang baru. Disebutkan juga Bushra pernah tinggal di Dubai bersama kakaknya, Bashar al-Assad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat kabar Libanon yang pro-Suriah, Ad-Diyar, juga memberitakan soal kaburnya Bushra ini. Namun, wanita yang berprofesi sebagai apoteker ini dilaporkan pergi ke Dubai, tanpa diketahui pasti apakah kota tersebut merupakan tujuan akhirnya.
Secara terpisah, seorang sumber dari pemerintah Suriah menuturkan, Bushra meninggalkan Suriah di tengah 'pertikaian internal' yang muncul dalam tubuh sekte Alawite. Sekte tersebut merupakan kelompok pendukung kuat Presiden Assad, yang beranggotakan tokoh penting mulai dari militer, intelijen, dan pemerintahan Suriah.
Masih menurut sumber tersebut, pasca kematian suaminya Bushra merasa khawatir dengan keselamatan dirinya dan anak-anaknya. Terlebih adanya kemungkinan pemakzulan presiden, maka sekte Alawite meminta Bushra untuk meninggalkan Suriah dengan segera.
Seorang sumber lainnya menuturkan, Bushra terpaksa meninggalkan Suriah karena khawatir dirinya menjadi target dari kelompok pecahan Sekte Alawite.
(nvc/ita)











































