Selain kedua negara tersebut, armada kapal militer dari 25 negara juga berkumpul di Selat Hormuz untuk mengantisipasi pecahnya perang antara Israel dan Iran. Mulai dari kapal penjelajah, kapal penyapu ranjau, hingga kapal induk dari negara-negara seperti AS, Inggris, Prancis, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UAE) disiagakan di wilayah strategis tersebut.
Para pemimpin negara-negara Barat meyakini bahwa Iran akan segera membalas setiap serangan yang diarahkan kepada mereka. Dikhawatirkan balasan Iran tersebut berupa penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur transportasi bagi 18 juta barel minyak per hari, yang sangat dibutuhkan oleh negara-negara Barat seperti Inggris, AS, negara-negara Eropa dan Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam latihan tersebut, mereka akan berlatih taktik untuk memecah dan menerobos blokade Iran atas selat tersebut. Kemudian mereka juga akan mensimulasikan penghancuran pesawat tempur, kapal perang dan penembak rudal dari pesisir pantai milik Iran. Demikian seperti dilansir The Telegraph, Rabu (19/9/2012).
Dalam latihan tersebut, yang dinilai sebagai ancaman utama adalah Angkatan Laut dari Garda Revolusioner Iran yang akan menghalalkan segala macam serangan terhadap setiap kapal, baik kapal perang maupun kapal dagang yang melintasi Teluk Persia, terutama Selat Hormuz. Sumber pertahanan menuturkan, kemampuan militer Iran memang tidak secanggih negara-negara Barat, namun dianggap mampu memberikan kejutan besar bagi militer negara-negara Barat, terutama AS dan Inggris.
Terlebih bulan depan, Iran dijadwalkan akan menggelar latihan militer besar-besaran. Latihan ini dimaksudkan untuk menunjukkan kesiapan pertahanan nasional atas ancaman terhadap pengembangan program nuklir mereka. Latihan militer ini disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam sejarah militer Iran.
(/)










































