Dalam laporan terbarunya mengenai konflik Suriah, Amnesty International menyatakan, serangan-serangan udara dan artileri secara acak yang dilakukan pasukan Suriah, menunjukkan bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad kini berupaya menghukum kota-kota yang berada di bawah kendali oposisi.
Menurut organisasi HAM tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (19/9/2012), para penyidik Amnesty telah mendapati ratusan warga sipil yang tewas atau terluka di jalanan dalam beberapa pekan terakhir, saat mereka berlari menyelamatkan diri dari bombardir pasukan Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan Amnesty, pada Minggu, 16 September lalu, 8 warga sipil, 5 di antaranya anak-anak, tewas dan banyak lainnya luka-luka dalam serangan udara di Kafr Awayed, Jabal al-Zawiya. Tujuh korban di antaranya tewas saat berlangsung pesta pernikahan dan di rumah-rumah terdekat. Sementara seorang anak laki-laki berumur 6 tahun tewas ketika sedang membeli roti.
"Sifat acak serangan-serangan itu, yang tidak menargetkan para pejuang atau sasaran militer, menunjukkan bahwa tujuan serangan tersebut mungkin untuk menghukum warga kota dan desa yang kini secara de-facto berada dalam kendali pasukan oposisi," demikian laporan Amnesty.
Ditegaskan Amnesty, hal ini merupakan pelanggaran hukum kemanusiaan internasional. Amnesty pun kembali mendesak Dewan Keamanan PBB untuk membawa konflik Suriah ini ke Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda.
(ita/nrl)











































