Video yang diambil secara diam-diam ini dikeluarkan oleh majalah setempat, Mother Jones. Dalam cuplikan video tersebut, Romney terlihat tengah berpidato di ruangan tertutup di hadapan penyandang dana swasta yang notabene merupakan orang-orang kaya di AS.
Video ini muncul sekitar 50 hari sebelum pemilu tanggal 6 November mendatang. Mother Jones menampilkan cuplikan video ini dalam situsnya. Tentu saja dengan memburamkan wajah sejumlah orang yang ada di dalam video dan merahasiakan tempat Romney berpidato, dengan tujuan melindungi informan mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetap ada sekitar 47 persen pendukungnya, mereka merupakan orang-orang yang bergantung pada pemerintah, mereka yang meyakini bahwa mereka merupakan korban, mereka yang meyakini bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menghidupi mereka, mereka yang meyakini bahwa diri mereka berhak mendapat pelayanan kesehatan, makanan, perumahan, dan sebagainya," tutur Romney dalam video tersebut seperti dilansir AFP, Selasa (18/9/2012).
"Orang-orang semacam ini tidak membayar pajak penghasilan. Jadi visi kita tentang pajak ringan tidak sesuai. Saya tidak akan pernah meyakinkan mereka bahwa mereka harus bertanggung jawab dan menghidupi diri mereka sendiri," imbuhnya.
Video ini langsung mendapat respons dari tim sukses Obama. Mereka menyatakan, video ini menjadi bukti bahwa Romney tidak layak menjadi Presiden AS karena dia terlebih dahulu merendahkan separuh rakyatnya sendiri.
(nvc/ita)











































