Balas 'Innocence of Muslims', Bom Bunuh Diri Afghan Tewaskan 12 Orang

Balas 'Innocence of Muslims', Bom Bunuh Diri Afghan Tewaskan 12 Orang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 18 Sep 2012 12:12 WIB
Balas Innocence of Muslims, Bom Bunuh Diri Afghan Tewaskan 12 Orang
Ilustrasi
Kabul, -

Sedikitnya 12 orang tewas akibat serangan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan pagi tadi waktu setempat. Sebuah kelompok militan Afghan mengklaim serangan tersebut sebagai pembalasan atas film "Innocence of Muslims" yang menghina Islam dan Nabi Muhammad.

Ledakan bom mobil itu terjadi di jalan raya menuju bandara internasional Kabul. Di antara para korban tewas termasuk 9 warga asing yang bekeja di perusahaan asing di Kabul. Sisanya adalah 3 warga sipil Afghanistan.

Kelompok militan Hezb-i-Islami mengklaim bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri yang dilakukan seorang wanita itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Klaim tersebut disampaikan juru bicara kelompok itu, Zubair Sidiqi dalam pembicaraan telepon dengan AFP, Selasa (18/9/2012). Disebutkan bahwa bom bunuh diri itu dilakukan untuk membalas film "Innocence of Muslims" yang dibuat di Amerika Serikat tersebut.

Hezb-i-Islami merupakan kelompok militan terbesar kedua di Afghanistan setelah Taliban. Kelompok itu dipimpin oleh Gulbuddin Hekmatyar, seorang mantan perdana menteri Afghanistan.

"Pada sekitar pukul 06.45 (waktu setempat), seorang pengebom bunuh diri menggunakan sedan meledakkan dirinya di sepanjang jalan bandara di Distrik 15. Akibatnya, 9 pekerja dari sebuah perusahaan asing dan tiga warga sipil Afghan tewas, dan dua polisi terluka," demikian pernyataan kepolisian Afghan.

Kepala kepolisian Kabul Mohammad Ayoub Salangi menuturkan, pelaku pengebom bunuh diri meledakkan bom yang dibawanya di dekat sebuah kendaraan minivan yang mengangkut para warga asing. Ini merupakan serangan bunuh diri kedua yang terjadi di negeri itu dalam sepuluh hari terakhir.

Pada 8 September lalu, seorang pengebom bunuh diri menewaskan enam orang, sebagian besar anak-anak, di luar markas besar ISAF/NATO di Kabul. Kelompok Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

(ita/)


Berita Terkait