Wilayah yang menjadi lokasi ledakan berada di pusat kota Baghdad atau yang juga disebut sebagai Zona Internasional. Di wilayah tersebut berdiri sejumlah kantor kedutaan dan fasilitas diplomatik negara-negara Barat, termasuk Kedubes Amerika Serikat.
"Saya tengah dalam perjalanan ke wilayah Zona Hijau ketika ledakan terjadi. Saya mengalami luka-luka di bahu saya dan sekarang berada di rumah sakit," tutur seorang anggota parlemen Syiah, Habib al-Turfi, yang juga menjadi korban luka kepada Reuters, Senin (17/9/2012).
Sedangkan salah seorang polisi yang enggan disebut namanya menuturkan, ledakan ini menewaskan 7 orang. Dua orang di antaranya merupakan tentara. Ledakan terjadi di tengah-tengah antrean kendaraan yang memasuki wilayah Zona Hijau.
"Mobil-mobil sedang mengantre untuk menjalani pemeriksaan di pos keamanan sebelum masuk ke Green Zone dan tiba-tiba ada sebuah mobil yang mengebut kemudian meledak di dekat antrean tersebut," terang polisi yang tengah berpatroli di dekat lokasi kejadian.
"Beberapa orang tewas di dalam mobil dan saya melihat ada 2 tentara tergeletak tak bernyawa di jalan. Kami segera menutup wilayah tersebut," imbuhnya.
Secara terpisah, seorang pejabat keamanan setempat menyatakan bom ini didalangi oleh kelompok Al-Qaeda. "Ini adalah serangan bom bunuh diri yang jelas-jelas dilakukan oleh kelompok teroris Al-Qaeda," ucapnya.
Serangan bom terakhir kali mengguncang Irak pada 9 September lalu ketika serangkaian serangan bom terjadi di Baghdad. Hari tersebut tercatat sebagai hari paling mematikan sepanjang tahun 2012, dengan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 100 orang.
(nvc/ita)











































