Dalam aksinya, massa melemparkan batu-batu ke arah pangkalan militer AS, Kamp Phoenix. Para demonstran juga membakar mobil-mobil dan meneriakkan "Matilah Amerika".
Aksi tersebut terjadi di Jalan Jalalabad, lokasi pangkalan militer AS dan NATO di bagian timur Kabul. Kepala kepolisian Kabul Mohammad Ayoub Salangi mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (17/9/2012), dua kendaraan polisi termasuk di antara sejumlah kendaraan yang dibakar massa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam aksi demo itu, antara 40 hingga 50 polisi terluka ringan akibat lemparan batu yang dilakukan demonstran.
Aksi demo itu masih terkait dengan film "Innocence of Muslims" yang menghina Islam dan Nabi Muhammad. Korban-koban jiwa telah berjatuhan akibat aksi-aksi demo yang telah terjadi di sejumlah negara sejak pekan lalu.
Pada Jumat, 14 September lalu, sekelompok pria bersenjata menyerang pangkalan militer Kamp Bastion di Provinsi Helmand, Afghanistan, tempat Pangeran Harry dari Inggris tengah bertugas sebagai pilot helikopter militer. Dua Marinir AS tewas dalam insiden tersebut. Kelompok militan Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Disebutkan Taliban, serangan itu sebagai pembalasan atas film amatir "Innocence of Muslims".
(ita/)











































