Presiden Serikat Guru Chicago (CTU) Karen Lewis menuturkan, setelah perdebatan panjang pihaknya memutuskan untuk memperpanjang aksi mogok mengajar. Penyebabnya, sebagian besar anggota serikat menginginkan waktu tambahan untuk mendiskusikan poin-poin kesepakatan dengan otoritas pendidikan setempat.
"Anggota serikat kami tidak senang. Mereka ingin tahu apakah ada hal-hal lain yang bisa mereka dapatkan," ujar Lewis seperti dilansir Press TV, Senin (17/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi mogok ini sebenarnya sudah dimulai sejak pekan lalu. Saat itu sekitar 29 ribu guru sekolah-sekolah publik di Chicago, AS, memutuskan tidak mengajar akibat pembahasan kontrak baru antara pihak Chicago Public Schools (CPS) dengan CTU yang mengalami jalan buntu. Pihak CTU menginginkan Walikota Chicago Rahm Emanuel untuk mencabut reformasi sektor pendidikannya yang terkesan mengesampingkan keselamatan kerja.
Awalnya, para guru menuntut kenaikan gaji 30 persen. Namun kemudian dalam negosiasi, serikat kerja menyatakan akan menerima kenaikan yang lebih kecil jika evaluasi kerja sedikit diperingan.
Pada Jumat (14/9) lalu, kedua belah pihak menyatakan telah sepakat untuk menyusun kontrak yang baru. Meskipun pihak serikat mengatakan, belum ada keputusan pasti soal permohonan kenaikan gaji para guru.
(nvc/ita)











































