Pemenang Nobel Perdamaian ini terbang dari Yangon, Myanmar ke AS dengan pada Minggu (16/9) waktu setempat. Dia didampingi 3 orang stafnya dan dijadwalkan tiba di Washington, AS, pada Senin (17/9) waktu AS. Demikian seperti dilansir AFP, Senin (17/9/2012).
Di AS, Suu Kyi akan bertemu dengan Presiden Barack Obama. Pertemuan keduanya sangatlah bersejarah karena selama ini diketahui pemerintahan AS berada di barisan depan dalam mengembalikan hubungan diplomatik dengan Myanmar yang terputus saat negara tersebut dikuasai militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Suu Kyi juga akan bertemu dengan kelompok diaspora Burma yang ada di New York dan San Fransisco. Dalam kunjungannya yang berjalan selama nyaris 3 minggu ini, Suu Kyi nampaknya akan banyak ditanya dan menjelaskan soal reformasi yang masih berlangsung di Myanmar pasca beberapa dekade terakhir dikuasai rezim militer.
"Saya pikir Suu Kyi akan banyak berbicara soal reformasi yang terjadi di Myanmar. Dia akan mendapatkan kesempatan ini," ujar juru bicara Partai Liga Nasional untuk Demokrasi, Nyan Win.
Kunjungan Suu Kyi ke AS ini berbarengan dengan jadwal Presiden Myanmar Thein Sein yang juga akan ke AS untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB.
(nvc/ita)










































