Protes 'Innocence of Muslims', Demonstran Turki Bakar Bendera AS

Protes 'Innocence of Muslims', Demonstran Turki Bakar Bendera AS

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 17 Sep 2012 11:04 WIB
Protes Innocence of Muslims, Demonstran Turki Bakar Bendera AS
AFP
Ankara, - Unjuk rasa memprotes film 'Innocence of Muslims' masih terjadi di sejumlah negara, salah satunya Turki. Di negara ini, puluhan demonstran menggeruduk Kedubes AS di Ankara dan membakar bendera nasional AS.

Demonstran di Turki ini terbagi ke dalam dua kelompok, yakni demonstran dari organisasi Islamis dan demonstran dari Partai Buruh setempat. Mereka meneriakkan slogan anti-Amerika dan membawa spanduk bertuliskan 'Murderer America! Get out of Turkey!'.

Unjuk rasa ini dikawal oleh sejumlah personel kepolisian setempat yang menggunakan meriam air untuk mencegah demonstran mendekati kantor Kedubes AS, pada Minggu (16/9) waktu setempat. Mereka menjaga para demonstran pada jarak 100 meter dari gerbang utama kantor Kedubes AS di Ankara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam waktu kurang dari 1 jam, para demonstran pun berhamburan menyelamatkan diri masing-masing. Demikian seperti dilansir Asia One, Senin (17/9/2012).

Unjuk rasa menentang film kontroversial tersebut berbarengan dengan kunjungan Pangliman Komando Militer Gabungan AS Jenderal Martin Dempsey ke Turki. Jenderal Dempsey dijadwalkan membahas persoalan krisis Suriah dan keamanan domestik Turki dengan sejumlah pejabat setempat.

Film 'Innocence of Muslims' telah memicu unjuk rasa di sejumlah negara, utamanya di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara, seperti Mesir, Libya, Tunisia, Yaman, dan sebagainya. Semakin lama, unjuk rasa semakin meluar hingga ke kawasan lain seperti di India, Bangladesh, Indonesia, Malaysia, bahkan Australia.

Sebagian besar unjuk rasa dilakukan di fasilitas diplomatik milik AS yang ada di negara-negara tersebut. Mereka mendesak AS untuk mengadili sutradara film amatir tersebut dan menghentikan peredaran film yang telah merendahkan Islam dan Nabi Muhammad tersebut.

Atas hal ini, pemerintah AS pun memutuskan untuk meningkatkan keamanan di sejumlah fasilitas diplomatik miliknya di luar negeri. Sejak pekan lalu, AS menerjunkan tim antiterorisme ke sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika Utara. Tim marinir diterjunkan di Kedubes AS di Tripoli, Libya dan 2 kapal perang lainnya diterjunkan ke wilayah Yaman. Sedangkan seluruh staf Kedubes AS di Sudan dan Tunisia dievakuasi keluar dari negara tersebut demi alasan keamanan.

(nvc/ita)


Berita Terkait