Otoritas Libya telah menangkap sedikitnya 50 orang terkait pembunuhan Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya Christopher Stevens pekan lalu. Beberapa pelaku yang ditangkap diketahui berasal dari luar Libya.
"Jumlah orang yang ditangkap mencapai 50 orang," ujar Presiden Kongres Nasional Libya, Mohammed al-Megaryef, dalam wawancara dengan CBS News dan dilansir AFP, Senin (17/9//2012).
Dubes Stevens dan 3 staf diplomatiknya tewas dalam serangan para demonstran ke kantor Konsulat AS di Benghazi. Hasil pemeriksaan menunjukkan Stevens tewas akibat menghirup terlalu banyak asap setelah terjebak di dalam gedung konsulat yang terbakar. Dugaan sementara, di antara para demonstran terdapat kelompok militan yang menembakkan roket ke gedung konsulat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Serangan itu direncanakan, sangat jelas, direncanakan oleh warga asing, oleh orang-orang yang masuk ke negara ini beberapa bulan lalu," jelas Megaryef.
Sedangkan pelaku lainnya, yang sebagian besar warga Libya, lebih merupakan simpatisan. "Yang lainnya merupakan afiliasi dan mungkin simpatisan," imbuhnya.
Pemerintah AS menerjunkan tim antiterorisme ke sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika Utara pasca insiden yang terjadi di Konsulat AS di Benghazi, Libya. Tim marinir diterjunkan di Kedubes AS di Tripoli, Libya dan 2 kapal perang lainnya diterjunkan ke wilayah Yaman. Sedangkan seluruh staf Kedubes AS di Sudan dan Tunisia dievakuasi keluar dari negara tersebut demi alasan keamanan.
Unjuk rasa menentang film 'Innocence of Muslims' masih berlangsung hingga saat ini, tidak hanya di sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika Utara. Namun juga meluas ke negara-negara lain seperti Indonesia, India, Bangladesh, dan sebagainya.
(nvc/ita)











































