Lagi-lagi, 16 Mayat Ditemukan di Meksiko

Lagi-lagi, 16 Mayat Ditemukan di Meksiko

- detikNews
Sabtu, 15 Sep 2012 16:36 WIB
Lagi-lagi, 16 Mayat Ditemukan di Meksiko
Mexico City, - Belasan mayat kembali ditemukan di Meksiko. Total 16 mayat ditemukan di Meksiko utara seiring perang antar kartel-kartel narkoba di negeri itu terus memakan korban jiwa.

Sebanyak 9 mayat ditemukan tergantung di sebuah jembatan di Kota Nuevo Laredo. Sebuah kartel narkoba Meksiko kemudian mengklaim bertanggung jawab atas pembunuhan massal tersebut.

Demikian diungkapkan seorang pejabat pemerintahan negara bagian setempat kepada kantor berita AFP, Sabtu (15/9/2012). Tidak disebutkan kartel mana yang melakukan pembantaian tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekitar 40 persen ekspor Meksiko dikirimkan lewat darat ke Amerika Serikat dengan melalui Nuevo Laredo. Ini menjadikan kota di perbatasan AS-Meksiko itu menjadi daerah pilihan bagi para penyelundup narkorba. Kartel-kartel narkoba Meksiko kerap berperang memperebutkan rute-rute pengiriman ke AS yang menggiurkan tersebut.

"Sembilan mayat digantung di jembatan di Colosio Boulevard," kata seorang pejabat Meksiko. Menurutnya, para korban kemungkinan diculik dari sebuah bar beberapa jam sebelumnya.

Menurut kantor penuntut umum negara bagian Tamaulipas, salah seorang korban adalah remaja laki-laki berumur 16 tahun. Semua jasad menunjukkan tanda-tanda luka-luka tembakan di kepala.

Kantor tersebut menyampaikan, tujuh mayat lainnya ditemukan di sebuah jalan dekat Kota San Fernando. Mereka semua ditemukan tewas dengan luka-luka tembakan dan tangan-tangan terikat. Keseluruhan merupakan pria-pria berumur antara 50 tahun dan 65 tahun.

Lokasi temuan mayat-mayat ini tidak jauh dari lokasi tempat 72 imigran ditemukan tewas pada tahun 2010 lalu. Mereka diduga dieksekusi oleh kartel narkoba Zetas.

Sebelumnya pada Mei lalu, 9 mayat termasuk 4 wanita, ditemukan tergantung di jembatan Nuevo Laredo. Mayat-mayat tersebut ditemukan beberapa jam setelah 14 tubuh tanpa kepala ditemukan dekat kantor walikota. Otoritas Mesir juga menyebut pembunuhan tersebut akibat perang antar geng-geng narkoba.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads