Dua Marinir AS tewas dalam serangan ke pos militer di Afghanistan selatan, tempat Pangeran Harry dari Inggris bertugas. Dalam insiden ini, Harry "tidak dalam bahaya".
Serangan ke Kamp Bastion yang menggunakan senjata-senjata kecil, roket dan mortir tersebut dimulai pada Jumat, 14 September sekitar tengah malam waktu setempat. Demikian disampaikan seorang pejabat NATO di Afghanistan, Bob Barko kepada kantor berita AFP, Sabtu (15/9/2012).
Dikatakan Barko, sejumlah tentara juga terluka dalam serangan itu. Namun dia tak bisa memberikan jumlah pastinya maupun kewarganegaraan mereka. Pangeran Harry tengah ditempatkan di Kamp Bastion sebagai pilot helikopter militer Apache. Sebelumnya kelompok militan Taliban telah bersumpah akan membunuh adik Pangeran William itu saat berada di Afghanistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Informasi yang kami punya, dia tidak dalam bahaya," ujar Barko. Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Menurut Ahmad Majidyar dari Institut Firma Amerika kepada BBC, Kamp Bastion menjadi target karena keberadaan Pangeran Harry di sana.
"Salah satu motivasi bisa jadi karena keberadaan Pangeran Harry di kamp, karena Taliban beberapa hari lalu mengancam akan menjadikan Pangeran Harry sebagai target pembunuhan. Jadi mereka mencoba melakukannya di sana," cetus Majidyar.
Pangeran Harry akan berada selama 4 bulan di kamp yang dijaga ketat tersebut. Ini merupakan tugas keduanya ke Afghanistan setelah pada tahun 2008 lalu, Harry ditarik lebih cepat dari Afghanistan menyusul bocornya berita ke media mengenai keberadaan dirinya di Afghanistan.
(ita/ita)











































