Para demonstran yang berkumpul sekitar 500 meter dari kompleks Kedubes, menyerukan pengusiran dubes AS. Massa juga membakar bendera Amerika.
"Tak ada kedutaan, tak ada dubes, rakyat ingin dubes diusir," teriak para demonstran seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (14/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi demo tersebut, juga aksi-aksi serupa di negara-negara muslim lainnya dipicu oleh film anti-Islam "Innocence of Muslims" yang menghina Nabi Muhammad. Film amatir ini pula yang mendorong para demonstran menyerbu konsulat AS di Benghazi, Libya pada Selasa, 11 September lalu.
Dubes AS untuk Libya Christopher Stevens tewas dalam serbuan tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan Stevens tewas akibat menghirup terlalu banyak asap, setelah terjebak di dalam gedung konsulat yang terbakar. Dugaan sementara, di antara para demonstran terdapat kelompok militan yang menembakkan roket ke gedung konsulat tersebut.
Pemerintah AS menyatakan, pihaknya tengah menyelidiki insiden ini secara menyeluruh untuk mengetahui adanya keterlibatan kelompok militan, seperti Al-Qaeda dan kelompok lainnya.
(ita/vta)











































