Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut film "Innocence of Muslims" merupakan provokasi terhadap muslim, namun tak boleh digunakan sebagai dalih kekerasan.
"Ini provokasi keras atas cara hidup kita," kata Erdogan dalam pidato di sebuah konferensi di Yalta, Ukraina seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (14/9/2012).
"Menghina Nabi tak bisa dibenarkan sebagai kebebasan berekspresi. Agama dan Nabi adalah nilai-nilai suci dan tak bisa disentuh. Namun itu tak bisa jadi alasan bagi orang-orang tak bersalah untuk diserang atau dilukai," imbuh pemimpin Turki tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat-pejabat AS dan Libya saat ini tengah menyelidiki serangan ke konsulat AS di Benghazi, Libya yang menewaskan Dubes AS Chris Stevens dan tiga pejabat AS lainnya. Serangan terjadi saat aksi demo menentang film "Innocence of Muslims" yang telah menghina Islam dan Nabi Muhammad.
Hasil pemeriksaan menunjukkan Stevens tewas akibat menghirup terlalu banyak asap, setelah terjebak di dalam gedung konsulat yang terbakar. Dugaan sementara, di antara para demonstran terdapat kelompok militan yang menembakkan roket ke gedung konsulat tersebut.
Pemerintah AS menyatakan pihaknya tengah menyelidiki insiden ini secara menyeluruh untuk mengetahui adanya keterlibatan kelompok militan, seperti Al-Qaeda dan kelompok lainnya.
(ita/)










































